Bekasi, 24 Juli 2025, lemtvbekasi.id — Ketegangan antara manajemen dan karyawan PT. LG Innotek Indonesia, yang berlokasi di Kawasan Industri Hyundai, Lippo Cikarang, semakin memuncak. Hal ini disebabkan oleh belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan kenaikan upah tahun 2025 yang hingga saat ini masih belum juga ada kesepakatan.

Kondisi tersebut memicu respon dari para karyawan dan serikat pekerja di lingkungan perusahaan, yang tergabung dalam FSP LEM SPSI. Sebagai bentuk protes dan keprihatinan mendalam, sejak beberapa hari terakhir para pekerja mulai melakukan aksi simbolik dengan mengenakan pita hitam saat bekerja.

Menurut pernyataan dari perwakilan serikat pekerja, pita hitam merupakan simbol duka mendalam atas kondisi perundingan yang dianggap tidak mencerminkan keadilan dan kesejahteraan bagi buruh. Mereka menilai bahwa nilai kenaikan upah yang diajukan oleh pihak manajemen sangat kecil dan tidak sejalan dengan keputusan Presiden Republik Indonesia, yang merekomendasikan kenaikan sebesar 6,5%.

Serikat pekerja menyatakan penolakan tegas terhadap angka kenaikan upah yang dinilai tidak berpihak kepada nasib buruh, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang menuntut peningkatan kesejahteraan bagi pekerja. “Kenaikan upah yang ditawarkan manajemen tidak sebanding dengan beban kerja dan kebutuhan hidup pekerja saat ini. Kami menolak dan akan terus menyuarakan aspirasi ini,” ujar salah satu pengurus serikat.

Lebih lanjut, aksi simbolik pita hitam ini dipastikan akan terus berlanjut hingga pihak manajemen bersedia mendengarkan dan menanggapi secara serius tuntutan karyawan. Serikat pekerja juga mengultimatum bahwa bila tidak ada perubahan signifikan terhadap tawaran kenaikan upah, maka aksi yang lebih besar akan digelar dalam waktu dekat.

“Kami tidak menutup kemungkinan untuk melakukan aksi demonstrasi terbuka dengan massa yang lebih besar. Harapan kami sederhana: perusahaan mengikuti rekomendasi pemerintah sebagai bentuk kepatuhan terhadap kebijakan negara sekaligus menunjukkan empati terhadap buruhnya,” ungkap pengurus FSP LEM SPSI di PT. LG Innotek Indonesia.

Situasi ini menjadi perhatian banyak pihak, mengingat PT. LG Innotek Indonesia merupakan salah satu perusahaan ternama di kawasan industri Cikarang. Serikat pekerja berharap, melalui tekanan moral ini, perusahaan dapat membuka ruang dialog yang sehat dan menyepakati angka kenaikan yang layak dan adil.

Aksi damai dengan pita hitam menjadi cerminan bahwa pekerja tetap mengedepankan cara-cara konstitusional dalam menyuarakan haknya, namun juga menunjukkan bahwa kesabaran mereka tidak tak terbatas.