Cibitung, 15 November 2025, lemtvbekasi.id — PUK SPLEM SPSI PT. Koyorad Jaya Indonesia menggelar Pelatihan Penguatan Kapasitas di Kantor GTC FSPLEM SPSI Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 40 peserta yang terdiri dari pengurus PUK, anggota, hingga perwakilan pleno. Pelatihan dibagi menjadi dua sesi utama yang berfokus pada peningkatan keterampilan negosiasi, komunikasi, serta advokasi berbasis gerakan.


Sesi 1: Teknik Negosiasi & Komunikasi Efektif

Pada sesi pertama, narasumber Teguh Agung Nugroho, S.I.Kom, memaparkan materi tentang Teknik Negosiasi dan Komunikasi Efektif. Ia menegaskan bahwa negosiasi bukan hanya tentang adu argumentasi, tetapi proses menjaga martabat dan kehormatan kedua belah pihak.

“Negosiasi bukan sekadar adu kata, tetapi proses menjaga martabat. Kesiapan, ketenangan, dan kemampuan membaca kepentingan lawan adalah kunci agar serikat punya posisi tawar yang terhormat,” ujar Teguh.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dalam perundingan.

“Serang masalahnya, bukan orangnya. Hubungan harus tetap dijaga, karena perundingan bukan perang, tapi jalan menuju keadilan bersama.”

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan teknik negosiasi win-win, komunikasi asertif, penggunaan data dan regulasi, serta strategi menghadapi dinamika perundingan di lapangan. Peserta juga dilatih untuk menerapkan active listening sebagai salah satu kemampuan kunci dalam proses negosiasi.


Sesi 2: Advokasi Berbasis Gerakan melalui Storytelling

Sesi kedua dipimpin oleh fasilitator Bung Kartono, yang mengusung tema Advokasi Berbasis Gerakan melalui Storytelling. Ia menekankan bahwa kekuatan cerita sering kali lebih menyentuh dan menggugah dibandingkan sekadar penyampaian data.

“Cerita adalah kekuatan. Ketika data tidak didengar, cerita mampu membuka hati. Advokasi yang baik selalu berangkat dari pengalaman manusia,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa narasi perjuangan buruh harus disampaikan dengan bahasa yang menyentuh dan penuh keberanian.

“Kita harus belajar menyampaikan perjuangan buruh dengan bahasa yang menyentuh, terarah, dan penuh keberanian, karena suara kita adalah suara banyak orang.”

Dalam sesi ini, peserta mempelajari cara menyusun alur cerita advokasi, membangun narasi yang kuat, serta teknik menyampaikan isu pekerja secara konstruktif agar lebih mudah dipahami oleh publik maupun pemangku kepentingan. Pendekatan storytelling dinilai efektif untuk menggugah empati dan memperkuat dukungan terhadap perjuangan serikat.


Penguatan Kapasitas Kader untuk Perjuangan yang Lebih Bermakna

Melalui dua sesi ini, peserta semakin memahami bahwa perjuangan serikat pekerja tidak hanya memerlukan strategi yang matang, tetapi juga kemampuan komunikasi yang tepat dan narasi yang kuat. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan kader serikat dalam menghadapi dinamika perundingan serta memperkuat kemampuan mereka dalam menyuarakan isu pekerja secara lebih efektif dan bermakna.

PUK SPLEM SPSI PT. Koyorad Jaya Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kapasitas kader demi memperkuat daya tawar dan memperkokoh perjuangan organisasi di masa mendatang.