Gabungan Serikat Pekerja Padati KPK, Kritik Ketidakhadiran Pimpinan di Momen Peringatan Anti Korupsi
Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, ribuan buruh dari berbagai federasi serikat pekerja menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Aksi ini menjadi momentum bagi para buruh untuk menyuarak
Bekasi, 9 Desember 2025, lemtvbekasi.id — Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, ribuan buruh dari berbagai federasi serikat pekerja menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Aksi ini menjadi momentum bagi para buruh untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap dampak korupsi yang dianggap menghambat kesejahteraan pekerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.
DPC FSP LEM SPSI Kabupaten/Kota Bekasi turut mengerahkan massa untuk berpartisipasi dalam agenda tersebut. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat penyampaian aspirasi seputar tuntutan pemberantasan korupsi yang lebih maksimal.
Namun, kekecewaan muncul ketika diketahui bahwa pimpinan KPK tidak menemui para perwakilan buruh. Informasi yang diterima massa aksi menyebutkan bahwa pimpinan KPK sedang melaksanakan kunjungan kerja ke Yogyakarta, meskipun serikat pekerja telah menyampaikan rencana kedatangan jauh-jauh hari.
Para peserta aksi menyayangkan ketidakhadiran tersebut, karena buruh berharap dapat berdialog langsung terkait komitmen KPK dalam memberantas korupsi secara optimal.
Ketua DPC FSP LEM SPSI Kabupaten Bekasi, Hadi Maryono, S.H., dalam kesempatan tersebut menyampaikan kekecewaannya:
“Tentunya kami merasa kecewa dengan tidak hadirnya pimpinan KPK menemui kami. Kami berharap KPK benar-benar optimal memberantas para koruptor untuk pertumbuhan perekonomian negara, dan juga meningkatkan kesejahteraan buruh.”
Para buruh menegaskan bahwa korupsi memberikan dampak besar dalam menggerus anggaran negara, yang berujung pada lambatnya peningkatan kesejahteraan pekerja. Mereka menilai, pemberantasan korupsi yang tegas dan konsisten merupakan kunci penting dalam memperbaiki kondisi ekonomi, sistem ketenagakerjaan, dan masa depan buruh Indonesia.
0 Komentar