DPD FSP LEM SPSI Jawa Barat Akan Gelar Seminar Industri Nasional dan Rakerda 2025 di bulan Oktober...
Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD FSP LEM SPSI) Jawa Barat akan menyelenggarakan Seminar Industri Nasional dengan tema “Industri Manufaktur Indonesia Terkini: Menavigasi Tant
Bekasi, 27 September 2025, lemtvbekasi.id - Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD FSP LEM SPSI) Jawa Barat akan menyelenggarakan Seminar Industri Nasional dengan tema “Industri Manufaktur Indonesia Terkini: Menavigasi Tantangan dan Peluang Berdasarkan Indeks PMI”. Acara ini terlaksana atas kerja sama dengan KSPSI di bawah kepemimpinan Bapak Moh Jumhur Hidayat, dan akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD FSP LEM SPSI Jawa Barat Tahun 2025 pada 3–4 Oktober 2025 di Grand Travello Hotel, Bekasi.
Seminar ini akan menghadirkan sekitar 460 peserta, terdiri dari perwakilan PUK dan pimpinan perusahaan se-Jawa Barat, perangkat organisasi FSP LEM SPSI, serta undangan dari kalangan pelaku usaha dan pemerintah. Sementara itu, Rakerda akan diikuti sekitar 100 peserta, meliputi pengurus DPD FSP LEM SPSI Jawa Barat, pengurus DPC se-Jawa Barat, serta perwakilan DPP dan MPO FSP LEM SPSI.
Narasumber Seminar,
Untuk memperkaya diskusi, seminar akan menghadirkan narasumber lintas unsur, yaitu:
- Unsur Akademisi/Expert: M. Rizal Taufikurahman (INDEF) – membahas analisis tren jangka panjang PMI, riset teknologi, dan peran pendidikan dalam mencetak tenaga kerja industri masa depan.
- Unsur Pengusaha: Bob Azam (Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO) – menyampaikan strategi adaptasi transformasi industri menghadapi volatilitas pasar global dan domestik.
- Unsur Serikat Pekerja : Moh. Jumhur Hidayat (Ketua Umum KSPSI) – mengulas peran serikat dalam peningkatan produktivitas dan daya saing pekerja yang berkelanjutan, serta kesejahteraan termasuk jaminan sosial.
- Unsur Pemerintah : Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Perindustrian – menjabarkan kebijakan industri, insentif fiskal, serta dukungan regulatif untuk memperkuat daya saing manufaktur nasional.
Isu Strategis
Relevansi seminar ini semakin nyata dengan pelaksanaan Rakerda 2025 yang mengusung tema “Kolaborasi Stakeholder Pelaku Industri dalam Menghadapi Disrupsi Teknologi dan Dampak Perang Dagang Global”. Jawa Barat sebagai basis industri nasional terbesar di Asia Tenggara kini menghadapi fenomena deindustrialisasi yang memerlukan respons cepat dan terarah.
Dalam konteks tersebut, sinergi antara buruh, pengusaha, pemerintah, dan akademisi menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan industrialisasi. Hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkeadilan diyakini mampu mendorong pertumbuhan sektor manufaktur sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.
Harapan Kegiatan,
Melalui forum ini, diharapkan lahir gagasan, strategi, dan rekomendasi aplikatif yang dapat memperkuat kolaborasi stakeholder pelaku industri. Seminar dan Rakerda ini bukan hanya ajang diskusi, tetapi langkah nyata dalam membangun kesadaran kolektif serta komitmen bersama demi terciptanya industri nasional yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
DPD FSP LEM SPSI Jawa Barat optimis, kegiatan ini akan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas, kesejahteraan pekerja, serta keberlangsungan industri sebagai motor penggerak perekonomian nasional.
0 Komentar